Buka Mata dalam Dunia Kerja

Banyak pengalaman yang gw dapatkan selama gw bekerja sebagai staff di perusahaan-perusahaan tempat gw bekerja, mulai dari mengelola pekerjaan, mengelola masalah, waktu bahkan anggaran. Dari sudut pandang gw sebagai staff, KADANG, gw merasa perusahaan ini kurang adil soal hak yang harusnya diterima gw sebagai staff di sana.

Tahun lalu, pandemi covid 19 membuat gw kehilangan pekerjaan karena dirumahkan oleh perusahaan, momen inilah yang menjadi titik balik gw memutuskan buat jadi seorang wirausahawan. Momen ini bener-bener bikin pandangan gw terbuka soal bagaimana kita memutuskan apa saja hak yang layak kita berikan dari sisi pengusaha kepada karyawan yang bekerja untuk kita, dan perusahaan layak terima dari karyawannya.


Contoh kasus pada protes buruh soal omnibus law, tp fokus yang diprotes adalah "bayaran per jam" atau "pesangon", dari sudut pandang gw yg memulai usaha sendiri dan memberdayakan karyawan, mereka yg protes itu fix cuma kaum males dan tidak produktif.


Prinsip dasarnya adalah kita harus paham bahwa sebuah usaha akan mendapatkan penghasilan yang tinggi jika penjualan juga tinggi. Penjualan yang tinggi akan berbanding lurus juga jika kualitas produk tinggi dan produktivitas karyawan yang juga tinggi.
Jadi kalau karyawan males-malesan baik dalam hal pencapaian target ataupun dalam hal pelayanan, bisa aja penjualan bakalan gitu-gitu aja, yang mungkin ujung-ujungnya pendapatan perusahaan ga akan nambah.

Soal bayaran karyawan, bener deh pengusaha ga bakal tutup mata. Karyawan yang produktif dan berdampak besar terhadap produktivitas penjualan pasti bakalan dijaga dengan baik supaya tetap bekerja di perusahaan dan supaya tetap produktif, caranya apa? ya dengan cara disejahterakan.

Contoh lagi yaa, di kantor lama waktu gw masih berposisi sebagai Junior sales, gw punya supervisor yang disejahterain abis-abisan sama Big Boss. Kenapa? Karena ga bisa diboongin 60% omset perusahaan itu murni kerjanya dia. Di sini perusahaan berperan dalam mengikat orang yang berdampak positif agar tetap bertahan di perusahaan dan tetap produktif menghasilkan omset. Ada juga staff gudang yg pinter banget tentang stok dan penanganannya, karena dia berperan penting buat jadi support, dia juga ga kalah disejahterain sama Big Boss.

Jadi ada dua fungsi yang memang harus berjalan bersamaan untuk mencapai kata sejahtera. Di satu sisi karyawan harus produktif agar perusahaan sejahtera. Dan Perusahaan harus mensejahterakan karyawan agar karyawan tetap produktif.
Dan ini gabisa pilih salah satu, dua-duanya harus jalan bersamaan.



Nah, kalau kita selalu ngerasa perusahaan kok ga adil banget ngasih hak kita para karyawan, berkaca dulu deh kita udah ngasih dampak positif apa buat perusahaan?
 
Tapi kalo dalam pekerjaan udah ngasih effort 100% bahkan lebihdari 100%, yang berdampak positif bagi kemajuan perusahaan, namun tak kunjung disejahterakan oleh perusahaan (malahan kayak diperas). 
Mungkin kamu layak dapet tempat yang lebih baik :)

Comments